Get up to 50% Off! Code: GIFTS Ends: 12/7 Details
Apply
  1. Help

Another letter for Indonesia

Hello, you either have JavaScript turned off or an old version of Adobe's Flash Player. Get the latest Flash player.

Another letter for Indonesia - Page Text Content

S: Newsletter II YES & AFS Bina Antarbudaya yp 2011-2012

BC: NEWSLETTER OF MID-WEST PLACEMENT AREA Bina Antarbudaya yp 2011/2012 YES & AFS USA. | SECOND EDITION OF MIDWEST USA NEWSLETTER 2011-2012

FC: Midwest | Another Letter For Indonesia | second edition | 2012

1: THE JOURNEY, A ONCE IN A LIFETIME | Words from editor | Dear Indonesia, Bulan demi bulan telah kami lalui. Mempelajari hal hal baru, menjalin persahabatan, dan cinta antar bangsa. Begitu banyak kisah yang ingin kami ceritakan padamu, begitu banyak asa yang masih ingin kami capai untukmu. Tertulis dalam setiap baris surat kedua kami. For these last 100 days, kini kami berusaha untuk berhenti menghitung hari yang terasa semakin cepat. Kami berlari mengejar kesempatan, terus berusaha mengukir nama mu seindah mungkin, dan berkontribusi untuk dunia sebagai anak bangsa di negri Paman Sam. Detik detik akhir perjalanan kami sebagai siswa pertukaran pelajar mulai menderu, and when the ending finally comes, it's not a good bye. Because it's only the beginning of the endless road of service for you, Indonesia, and for the world we share. Editor Newsletter Mid-west USA 2011/2012

2: Ade | Ajeng | Anindia | Athirah | Dhia | Azizi | Indira | Jessie | Erlia

3: Maharaja | Melati | Merina | Muh. Aditya | Nabila | Pelangi | Doni | Vio | Wardania

4: My Adventure Is Not Done | Hai kawan-kawan! Seperti newsletter sebelumnya nama saya tetap OPUT dan tetap dari chapter Jakarta. Sebernarnya saya agak berat hati menulis newsletter ini karena membuat saya ingat kalau waktu saya di negri PAMAN SAM akan berakhir. Pengalaman Exchange Year ini membuat saya menjadi manusia yang lebih kuat dibanding sebelumnya. Saya mendapat banyak pengalaman yang tidak mungkin saya lupakan. Sebelum saya menceritakan kehidupan saya disini saya ingin berterimakasih kepada Allah SWT. Karena atas kehendak Nya lah saya bisa berada disini. Selanjutnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada kedua orangtua dan teman teman saya yang tidak pernah lelah mendukung saya disini. Tidak lupa kakak kakak volunteer Bina Antar Budaya tanpa kalian mungkin saya tidak akan bisa seperti ini. Terima kasih atas segala bantuan dan jeri payah kalian untuk membantu proses keberangkatan kami dari awal sampai terakhir. Saya sangat bangga bisa jadi bagian dari Bina Antar Budaya. Guru juga menjadi peran penting dalam kehidupan saya, jadi saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada guru guru saya. Kehidupan saya di America begitu menyenangkan. Saya tidak menyangka kalau saya bisa mendapatkan keluarga yang sangat perhatian dengan saya, teman teman yang baik dan unforgettable experiences. Tanggal 21 Maret kemarin saya baru saja memenangakan” DiVa DuDe Contest” yang diselengarakan oleh sekolah saya. Alhamdulillah saya terpilih menjadi Mr. Congeniality. Basket ball season juga telah berakhir dan saya sangat menikmati Basket Ball walaupun ini pertama kali saya berlatih basket ball. Untuk Spring season saya tidak melakukan apapun karena saya mulai berlatih sepak bola untuk persiapan saat saya kembali ke Indonesia. Winter is my favorite season, karena saya melakukan banyak hal baru di winter. Saya stowtubbing, ski, and masih banyak lagi. Bowling juga menjadi salah satu olahraga favorite saya saat ini. Ternyata olahraga ini cukup menyenangkan. Ice fishing merupakan kegiatain yang tidak akan saya lupakan. Karena kita benar benar memancing di atas sungai atau danau. Rasanya ingin tetap tetap tinggal disini lebih lama. Tapi saya masih banyak yang harus di kerjakaan di Indonesia. Saya harap saya bisa kembali ke negara ini. Lagi pula saya sudah rindu sekali dengan keluarga dan kawan kawan di indonesia. Saya juga berharap apa yang saya dapat disini bisa menjadi berkah dan bermanfaat bagi orang banyak. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT dan semuanya yang terlibat dalam membantu saya. Saya sangat bangat bisa menjadi duta untuk mengenalkan indonesia ke dunia. Saya yakin indonesia akan menjadi negara yang lebih baik lagi kedepannya . TERIMAHKASIH INDONESIA, SAYA BANGGA MENJADI ANAK BANGSA

5: LIFE IS A JOURNEY, NOT A DESTINATION. | RALPH WALDO EMERSON

6: A Letter from Ajeng | Hai, Ajeng Nurina Ayuningtyas kembali lagi :) Banyak sekali pengalaman, pelajaran, dan hal yang sudah didapat selama aku tinggal di Ashland, Wisconsin. Pada tahun 2012. Banyak lagi hal yang terjadi dan pengalaman yang sudah didapat selama ini. Naik dan turunnya sudah pasti. Jadi banyak belajar tentang hidup dan bagaimana caranya mengatasi masalah. Contohnya waktu dikasih tahu hostmom kalau beliau didiagnosis menderita kanker payudara. Sempat sedih karena sudah merasa seperti keluarga sendiri dengan tinggal bersama beliau selama 7 bulan. Tapi malah dari hostmom sendiri dan teman-teman, aku belajar gimana mengatasi masalah itu. Gimana caranya tetap sabar dan bisa melihat sisi terang dari suatu masalah.

7: Begitu juga tentang host community. Contohnya, bulan-bulan ini aku belajar tentang demokrasi di US dan gimana pemerintahan dijalankan di sini. Pada akhir Februari, aku dan beberapa anak-anak YES program di wilayahku pergi ke Madison untuk mengikuti Superior Days, bergabung dengan anak-anak high school yang lain juga dari masyarakat. Acara ini adalah grassroot community effort untuk melobi senators dan representatives di sana tentang isu-isu lokal di Northern Wisconsin. Banyak pelajaran yang didapat dari sana, seperti cara masyarakat Amerika menyampaikan aspirasi mereka dan cara representatives merespon mereka. Beberapa hari setelah itu, langsung terbang ke DC untuk Civic Education Workshop (CEW) selama satu minggu, sama beberapa teman dari Indonesia dan teman-teman yang lain dari kurang lebih 40 negara. Aku banyak belajar lagi tentang leadership, demokrasi, dan toleransi dan dapat kesempatan yang berharga untuk mengunjungi banyak tempat bersejarah di DC dan seminar-seminar. Begitu juga bisa bertemu sama teman-teman baru dari banyak negara itu. Intinya, unforgettable and precious experience. | Exchange year ini itu bener-bener worthwhile experience dan banyak pelajaran yang bisa diambil dan dipergunakan untuk hidup. Sedih juga kalau mengingat bahwa tahun ini bakal berakhir tidak lama lagi, tinggal 3 bulan lagi. Namun seperti kata kata mutiara Mario Teguh yang memang bagus dan cocok untuk exchange year ini, 'Belajar sebanyak mungkin, mencoba seluas mungkin, dan bergembira melakukan banyak hal.' : :)

8: Di Ohio saat ini baru memasuki musim semi, meski sebenarnya saya masih mau merasakan musim dingin dan melihat salju. Menurut hostfamily dan teman-teman, musim dingin tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Salju yang turun jauh lebih sedikit. Tapi saya tetap senang karena saya bisa melihat salju dan mencoba olahraga ski serta tubing, pertama kalinya, di Perfect North, IN | Anindia | Di sekolah juga sudah masuk kuarter empat, yang artinya sebentar lagi tahun ajaran akan selesai. Ya, rasanya cepat sekali. Ada yang bilang, kalau kita merasa waktu berjalan cepat, artinya kita menikmati. Dan benar, saya menikmati kehidupan di sini. Meski awalnya mengalami culture shock, lama-lama terbiasa. Kalau biasanya nonton film masih memakai subtitles, sekarang sudah gak bingung lagi kalau nonton di bioskop.

9: Untuk kegiatan di sekolah, beberapa kali saya mendapat kesempatan untuk mengikuti volunteering program, baik dalam bidang disaster relief maupun health assistance. Salah satu yang rutin dilakukan adalah kunjungan ke Ronal McDonald House (RMH). Ini adalah gedung tempat tinggal yang disediakan bagi orang tua yang putra/putrinya dirawat di Children Hospital. Biasanya kami menyiapkan makan malam untuk mereka. | Dan baru saja saya dan teman-teman dari sekolah kembali dari service trip ke Liberty, KY. Di sana kami membantu beberapa keluarga di kebun mereka dan belajar banyak tentang kehidupan para Mennonites. Meski ‘bekerja’ di kebun selama dua hari, kami merasa senang sekali bisa berkunjung ke sana. Sebagian besar pemandangannya hanya hamparan ladang yang luas dan peternakan di sana-sini. | Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama mengikuti program, baik suka maupun duka. Dan yang paling saya pelajari adalah pengenalan terhadap diri sendiri serta menghadapi orang lain dengan karakter yang berbeda. Saya belajar menerima dan terbuka dengan perbedaan serta hal-hal baru. Semua itu juga berkat doa dan dukungan dari keluarga dan teman-teman saya di sini maupun di Indonesia. Mereka adalah motivasi saya untuk tetap semangat dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga, bangsa, dan negara.

10: Athirah | Giving presentation about wayang!

11: PICTURES OF THE MEMORIES

12: "It's not about the length of your journey, but it's about the depth of your adventure." | A Letter from Dhia Fani

13: Dear Indonesia, | Bulan bulan berlalu begitu cepat: tanpa ku sadari, waktu ku sebagai Exchange Student di United States akan berakhir dalam hitungan hari. Begitu banyak kisah yang terjadi dalam waktu enam bulan terakhir, jika enam bulan yang lalu aku masih harus beradaptasi dan berusaha memahami hal hal baru disekelilingku, sekarang aku sudah banyak belajar dan mengerti: How things work here. Di sekolah, Dhia mengikuti banyak club: French Club, Community Service Club, GSA club, bahkan softball. Salah satu yang Dhia banyak pelajari disini juga mengenai Drama Musikal . Dhia terpilih untuk menjadi salah satu cast di "The Secret Garden" serta menjadi lead (pemain utama) di Pegora The Witch. Senang sekali rasanya bisa terlibat dalam dua produksi di Thomas Worthington High School, sekolah yang dikenal sebagai "Top Theater Program in United States." Dhia belajar banyak tentang stage presence, acting, bahkan berbahasa Inggris dengan baik agar penampilan ku bisa dimengerti. Selain berkecimpung di dunia theater, Dhia berkesempatan untuk belajar banyak mengenai community service dengan volunteer di Nursing Home, Elementary School, Welcome Home Project, Homeless Shelter, Library, dan Food Pantry. Di Nursing Home, yang merupakan tempat dimana citizens yang sudah lanjut usia dirawat, Dhia belajar banyak tentang sistem penanganan masalah sosial di United States. Dhia juga belajar untuk menjadi individu yang lebih baik dengan kesabaran, pengertian dan ketulusan yang volunteers berikan saat meluangkan waktu di Nursing Home. I had so much fun, yet so much to learn too! Mengikuti Civics Education Workshop yang dihadiri oleh 100 siswa dari 40 negara di dunia juga begitu mengesankan bagiku! Selain menjalin persahabatan dengan teman teman dari negara lain, Dhia juga belajar tentang governance, diplomasi, civics involvement, media dan banyak sebagainya. Dhia berkesempatan bertemu dengan Hillary Clinton, Bill Gates dan Striver Brown, a senate from Ohio! Pada akhir acara, aku, Milos, dan Syher menulis lagu berjudul, "We Are The Generation" yang kemudian kami tampilkan di akhir acara. It was a very memorable moment! Dhia dan keluarga Mlachak mengunjungi Las Vegas, Michigan, Utah, dan California saat spring break. It was fun to see many parts of United States! Beberapa hari yang lalu, Dhia dan teman teman disini mengunjungi "Cedar Point". The best rollercoaster in the whole world. Biasanya Dhia tidak begitu menyukai rollercoaster, namun semenjak menjadi Exchange Student, aneh rasanya kalau kita tidak mencoba segala hal yang baru. Akhirnya Dhia menyetujui untuk naik: "The Dragster and Millinium Force" the fastest rollercoasters in the world! Sekian surat dari ku, Indonesia. Terimakasih atas segala hal yang telah engkau berikan selama ini! Perjalanan ini telah membuatku menjadi pribadi yang lebih baik Semoga Dhia bisa selalu gunakan untuk berkontribusi secara positif untukmu. I can't wait to see you soon. Sincerely, Dhia Fani

14: Langit hari ini masih sebiru saat aku baru menginjakkan kaki pada 10 Agustus 2011 tahun lalu, rumah ini masih sama seperti saat pertama aku menaruh koper dikamar mungilku, dan orang-orang ini, sekarang terasa jauh berbeda, mereka sudah layaknya seperti ayah, ibu, dan saudara kandungku sendiri. Sudah hampir 9 bulan matahariku bersinar di USA, salah satunya adalah terpilihnya aku sebagai peserta ‘Civic Education Workshop’ yang memberikan kenangan tak terhapuskan. 26 February 2012, tepat pada pukul 11.00 aku berangkat dari bandara Shuttlesworth, Birmingham, Alabama menuju Washington DC. Selembar kertas essay sederhana untuk Senator dan pemerintah Amerika yang bertema "International Slavery and Human Trafficking" yang kukirim untuk Civic Education Workshop(CEW) lah yang akhirnya dapat membawaku berkunjung ke kota pusat pemerintahan Amerika untuk yang kedua kalinya. 10 siswa dari Indonesia berhasil menjadi peserta pada program tersebut dari total 800 competitor, dan saat itu kami bersepuluh siap untuk mengharumkan nama negri kami. Civic Education Workshop adalah kompetisi yang sangat mengagumkan, cara mereka untuk berbagi mengenai segala macam tentang proses pemerintahan Amerika tidak membosankan untuk para remaja sepertiku ini. Satu hal yang tak terlupakan pada waktu itu adalah saat aku berkesempatan untuk bertemu dengan Senator beserta beberapa anggota kongres Alabama, beberapa staf kongres mengajukan pertanyaan seputar program pertukaran pelajarku, berbagi kisah kesuksesan mereka, hingga membahas beberapa lelucon yang dapat mencairkan suasana formal pada waktu itu. Aku tidak mengira banyak dari mereka yang bekerja sebagai anggota congres adalah generasi muda yang bahkan baru beranjak dari universitas, tidak ada perbedaan ataupun batasan untuk kaum-kaum muda seperti salah satu anggota kongres yang kutemui pada waktu itu yang baru berusia sekitar 27 tahunan, bagi siapapun yang “capable” untuk bekerja di tempat itu akan diterima dengan senang hati. Bahkan ia menyeletuk, “Tempat ini adalah tempat yang mengagumkan untuk bekerja, banyak sekali orang-orang yang membantu saya saat pertama kali bekerja disini bersama bapak Senator” sambil tersenyum simpul. Siapa yang mengira aku dapat memasuki gedung megah para senator dari seluruh Amerika, melihat indahnya ornamen gedung Capitol Hill, berdiri tepat di depan Gedung Putih, menyaksikan NBA game, dan berkunjung ke objek-objek mengagumkan lain di Washington DC. | Erlia Imansari

15: Tidak hanya itu, suratan takdir memang tidak pernah terduga, siapa yang mengira kota yang dijuluki sebagai “Big Apple” itu dapat kusinggahi. Pagi itu, tepatnya pada pukul 05.00 seluruh keluarga besar Harvey meninggalkan Alabama menuju kota New York. Setelah 2 jam lamanya berada di peswat, kami tiba di kota New York dan dijemput oleh shuttle hotel yang sudah kami pesan. Selama perjalanan menuju hotel, aku hanya tertegun dengan mulut terbuka melihat ratusan gedung pencakar langit dan situasi kota tersebut. Kami menetap selama tiga hari, dan selama itupun kami berkeliling ke banyak objek wisata seperti patung Liberty, Time Square, Central park dan hotel Plaza yang menjadi lokasi syuting Home Alone-Lost in NY, Metropolitan Art Museum, Grand Central, Rockefeller Center dan masih banyak lagi. Setelah tiga hari lamanya, kami menuju Boston, Massachusetts dengan sebuah kereta bawah tanah (Subway). Selama 4 jam lamanya duduk dikereta dengan kecepatan tinggi tersebut, akhirnya kami pun sampai, suasananya sangat bertolak belakang dengan kota New York. | Harvard adalah tempat pertama yang ingin kusinggahi, universitas mengagumkan itu membuatku ingin menjadi seorang future freshman kelak. Dengan ditemani seorang pemandu wisata, kami mengitari universitas lulusan Presiden Obama itu selama satu jam lamanya. Awesome! Cerita diatas merupakan beberapa pengalaman tidak terlupakan yang semoga dapat menginspirasi sebagian orang untuk tidak pernah menyerah saat berjuang. Beribu rasa syukur kupanjatkan atas semua yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, salah satu hal yang kupelajari, tidak ada sesuatu yang besar yang akan terjadi tanpa diawali dengan sebuah kerja keras dan kesabaran. 2 bulan waktu yang tersisa untuk melihat matahariku di USA, dan saat aku pulang nanti aku akan rindu untuk berkata, “Good morning sunshine!”

16: Ibrahim Azizi | Namaku Ibrahim Azizi. Singkat cerita, aku termasuk dalam sebuah grup berisikan 70 orang calon penerus bangsa, yang masing-masing sedang menjalani satu tahun pengalaman tak terlupakan di tanah Amerika Serikat. Kini sudah kumasuki bulan April di tahun 2012, dan dalam beberapa hari aku akan memperingati genap 8 bulan sejak Indonesia kutinggalkan serta saat kami mendarat di negeri Paman Sam. Dari teman-temanku, aku tahu bahwa perasaan bahagia sekaligus sedih terus mewarnai hari-hari kami. Tentu saja tidak satupun dari kami ber 70 yang tidak senang untuk bertemu keluarga dan teman-teman di tanah air tercinta. Namun mau atau tidak mau, dalam waktu dekat tanh Amerika juga harus kami tinggalkan, dan entah kapan akan kami lihat kembali. Ya, 29 Juni adalah hari terakhir kami akan berada disini. ‘Deadline’ nya sudah ditentukan, dan setiap hari rasanya mengalir lebih cepat dari air. Sejak Newsletter pertama, sudah banyak hal menarik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Begitu Winter Break mulai, aku menginap selama beberapa hari di rumah teman host fam di Plymouth, IN. Mereka orang Pakistan, seperti Shahzad, double placementku. Kudengar si bapak punya usaha hotel, dan kami akan menginap disana sampai tiba saatnya untuk pulang ke South Bend. Tidak kusangka, bahwa hotel yang menjadi bisnis beliau adalah Holiday Inn! Kami begitu senang ketika tiba di kamar. Dengan TV, wifi, gym dan kolam renang, liburan kali ini terasa nikmat. Setiap malam, si bapak akan menjemput kami dan membawa kami ke rumahnya untuk makan malam. Istri beliau selalu memasak makanan khas Pakistan, yang sampai saat ini aku masih membayangkan entah kapan bisa kunikmati lagi. | Begitu liburan selesai, tahun telah berganti menjadi 2012, dan yang tersisa di Clay High School bagi kami hanyalah 2 hal: Finals, dan Mid Winter Dance. Pada tanggal 21 Januari 2012, Dance tersebut adalah hari terakhir kami melihat teman-teman dari Clay. Sudah diputuskan bahwa kami akan pindah sekolah. Setelah pindah keluarga, Clay High sudah bukan sekolah distrik kami. Kami akan pindah ke Penn High School, yang terletak dalam distrik host fam. Penn High School sendiri membuat kami begitu bersemangat. Selain mendapat ranking 6 sebagai sekolah terbesar di Indiana, Penn High juga mempunyai lebih dari 3000 murid; kami akan mendapat teman-teman baru lagi!

17: Tanggal 5 Februari, akhirnya tiba hari yang telah ditunggu-tunggu para penggemar American Football: Super Bowl XLVI! Teman-teman host bro ku datang ke rumah untuk nonton bareng acara TV terbesar di Amerika ini. Benar-benar seru saat para pemain mencetak “Touch Down”. Hari-hari berlalu, begitu pula musim dingin yang panjang. Kini ku berada dalam musim semi, Spring, dan petualangan baru pun mulai lagi. 19-20 Maret, konsorsium ku, PAX, mengadakan trip ke Indianapolis, mengunjungi IMAX, State Museum, dan State Deparment. Aku benar-benar senang, bertemu teman-teman baru dari grup lain, dan terutama ketika bertemu lagi dengan Vio Nandana, yang juga mengikuti trip tersebut. Aku juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi Chicago lagi dalam Spring Break lalu. Host fam mempunyai apartemen di Down Town Chicago, dan kami hang out bersama di “The Windy City” tersebut. 13-15 April, aku bersama dengan Shahzad diundang ke ulang tahun teman kami di Tippecanoe River State Park, dimana mereka mengadakan acara kemping. Weekend yang menyenangkan; ada api unggun, barbeque, serta perjalanan menuju “fire tower”, menara pengawas hutan yang menjulang tinggi di tengah State Park tersebut. | Akhir kata, pengalaman di “Home of the Brave, Land of the Free” ini terasa begitu cepat, namun indah. Saat-saat mengejutkan tak terduga yang sering terjadi terus menjadi kuas dalam lukisan hidupku di Amerika. Kelak bila masih diberi waktu, ku akan kembali ke tanah ini, insya Allah.

18: Hai semuanya ! Ini newsletter aku yang kedua dari Marengo, Illinois. Terhitung sejak bulan Januari lalu, aku akhirnya placed di Brosch Family ! Brosch family terdiri dari Dad ( Bill Brosch ), Mom ( Betsy Brosch ), Becky brosch, yang kebetulan sebaya denganku, dan Eric Brosch yang masih freshmen di High School. Mom juga Assisted Study Hall teacher di sekolahku, jadi sebelum aku tinggal di keluarga ini, Aku udah kenalan sama Mom dan Becky Awal tahun 2012 ini, bisa dibilang, The moments i valued a lot of things. Bulan Februari yang lalu, aku sekeluarga diundang oleh PERMIAS Chicago untuk menghadiri acara Indonesian Cultural Night di University of Chicago. Tentunya, aku senang, disamping kangen masakan Indonesia, kita juga berkesempatan bertemu dengan Pak Dino Patti Djalal dan beberapa orang penting lainnya ! Acaranya bagus, banyak menampilkan tarian dan nyanyian Indonesia, selain itu beberapa penampilan ada yang dibawakan oleh mahasiswa asing juga. Jadi, yang hadir dalam acara itu bukan hanya orang orang Indonesia aja, tapi juga mahasiswa/i internasional dan masyarakat sekitar Chicago. | Sayangnya, bulan Maret adalah akhir dari basketball season dan awal dari Girl's soccer season. Aku bikin video tentang teman teman basketball ! Dan, semua orang suka dengan video yang aku buat, banyak yang nangis terharu, mulai dari coach Rode, temen temen, bahkan orang tua juga. I'm so proud to be the manager, walaupun aku gak main. Di sisi lain, aku memulai latihan Soccer hampir setiap hari, setelah pulang sekolah, dari hari senin sampai hari sabtu. Jujur, aku memang suka bola, tapi aku bener bener mulai dari nol untuk bisa bermain bola selayaknya. Aku masuk tim Junior Varsity, walaupun aku senior, yang biasanya mereka ditempatin di Varsity, itu gak menjadi beban buat aku, karena aku disini kan untuk belajar dan bisa bermain. Alhamdulillah, semakin hari kemampuanku improved, dan bisa dimainkan di awal awal pertandingan ( starter ). Untuk Spring Break'12, aku sekeluarga pergi ke downtown Chicago untuk mengunjungi tempat yang belum aku kunjungi sebelumnya. Kali ini, kita pergi ke Wilis Tower yang merupakan gedung tertinggi di Amerika Serikat dan Chinatown. Lalu, hari berikutnya, kita pergi ke Chicago Zoological Society, yang lebih beken dengan nama " Brookfield Zoo ". Waktu kita memasuki gerbang Kebun Binatang, ada semacam patung singa, dan menurut Mom dan Dad, semua anak anaknya harus foto di patung singa itu. Langsung aku disuruh naikin patungnya dan berpose ! | Indira's Letter

19: Rasanya, baru kemarin aku sampai di Chicago O'hare International Airport, dengan membawa amanat dari Keluarga, AFS Indonesia, Teman-teman, sebagai duta bangsa yang baik. Aku selalu ingat, gimana reaksi teman temanku waktu pertama kali kenalan sama aku, bagaimana perasaan aku ketika aku down karena homesick, dan karena aku pindah hostfamily dari permanent hostfamily. Dan sekarang, aku merasa benar benar jadi bagian dari Larson dan Brosch Family. Dad selalu memperkenalkan aku ke teman-temannya bukan cuman sebagai exchange student, tapi sebagai "daughter" juga. Teman teman dan guru guruku selalu bertanya padaku, " Kapan kamu pulang ? ", " Kamu bakalan kembali ke Marengo kan ? ", dan bahkan mereka selalu bilang, " Sekolah akan beda tanpa kamu, Mith ". Ini benar benar menguatkan keinginan aku untuk mengunjungi mereka. Kareng mereka udah memberi pengalaman yang berharga, aku belajar banyak dari keluarga, teman teman dan komunitas di sekitarku, dan selalu berterimakasih pada mereka semua. | Sekian newsletter dari aku, from The Land of Lincoln, Illinois ! Hari hariku di Amerika bisa dibilang sudah tidak banyak lagi, So, I have to live to the fullest and make it count !

20: JESSIE

21: Halo! Ini adalah surat keduaku dari Alexandria, Indiana. Entah mengapa, setiap aku menulis newsletter ini pikiranku selalu teringat dengan kenyataan bahwa waktu berlalu sangat cepat. Aku masih ingat persis momen-momen saat sebulan pertama aku disini - homesick yang aku rasakan saat seminggu pertama sekolah, rasa nervous saat pertama kali menginjakan kaki di Alexandria Monroe High School, dll. Dulu mungkin aku sempat tidak sabar untuk pulang, rasanya tidak betah berada di negeri orang asing dimana semuanya terlihat berbeda. Tapi seiring berjalannya waktu, rasa itu sirna. Aku semakin betah berada disini, bahkan aku tidak bisa percaya bahwa hanya tersisa 3 bulan lebih sampai kepulanganku. 8 bulan yang aku lalui memang tidak mudah, tapi semuanya mungkin berkat doa, semangat juangku, dan dukungan orang-orang disekitarku. Sejak aku kelas tiga sd aku sudah mulai bermain basket dan hobi itu terus berlanjut sampai aku SMA. Mengetahui bahwa US sangat jago dalam basket aku pun tidak mau menyia-nyiakan kesempetan itu. Singkat cerita akupun ikut dalam tim JV Alexandria Monroe High School. Menjadi bagian dalam tim tidaklah mudah, komitmen dan tanggung jawab ku dituntut tinggi; aku harus latihan dari senin sampai sabtu, dan tidak jarang aku harus merelakan hari liburku untuk latihan. Sempat terpikir untuk keluar dari tim. Tapi berkat dukungan teman-temanku sanggup melewati hari demi hari. Aku juga bisa dibilang sebagai pemain yang paling payah dalam tim itu, tapi teman-temanku selalu melontarkan kata-kata yang menyemangatiku. Pertandingan demi pertandingan kita jalani bersama, menang maupun kalah kebersamaan itu selalu ada. Tiga bulan kemudian akhirnya datang juga hari itu - hari yang dahulu aku nanti-nantikan dan akhirnya menjadi hari yang tidak mau aku lalui - hari terkahir pertandinganku. Seperti biasa kita pergi ke tempat pertandingan menggunakan bis sekolah. Aku melihat temanku membawa keranjang warna pink berisikan berbagai macam barang: boneka, cokelat, permen, dll. Aku pun bertanya ke temanku "Itu apa?", kata temanku itu ada hadiah untuk Courtney salah satu pemain varsity yang sedang berulang-tahun hari itu. Aku mempercayai dia dan menunggu di bis sampai salah satu temanku, Macie tiba-tiba memberikan hadiah itu kepadaku. Dia berkata kalo hadiah itu bukan untuk Courtney melainkan untuk ku dari seluruh cewek-cewek dalam timku. Aku pun tidak bisa menahan air mataku, aku terharu, aku tidak pernah berharap mereka akan memperlakukan ku begitu spesial. Di dalam keranjang hadiah itu ada satu hadiah yang paling aku suka, sebuah foto yang dibelakangnya penuh dengan pesan-pesan dan tanda tangan teman-temanku. I really love my basketball buddies! Sekarang season basket sudah selesai, aku sempat sangat sedih karenanya. Untuk itu aku mencoba untuk mencari kesibukan lain. Untuk season ini aku ikut tim softball jv sekolahku, walaupun aku tidak pernah bermain softball sebelumnya, tapi aku mencoba memberanikan diri. Karena tantangan lah yang membuat hari-hari mu tidak biasa :) Salah satu yang spesial adalah hari ulang tahunku. Walaupun ulang tahunku tidak dirayakan secara besar-besaran dan penuh dengan kado-kado, tapi aku sangat senang bisa berkumpul bersama keluargaku. Kami bermain board game bersama-sama. Salah satu favoritku ada Mad Gab yaitu permainan dimana pemain harus mengambil satu kartu, kartu tersebut memiliki kata-kata yang bila kita ucapkan dengan tepat dan cepat akan menyusun sebuah frasa atau nama tokoh. Contohnya: "Prints Jar Else" menjadi "Prince Charles". Aku juga dapat beberapa kado dari keluargaku, DVD South Park, poster South Park, gantungan kunci South Park, dll. Haha, mereka memang tau bahwa aku sangat suka South Park, kalo aku nonton Netflix pasti aku nontonnya South Park. Yang paling spesial ada kue ulang tahunku, bukan karena kuenya setinggi 1 meter, bukan karena kuenya dibuat oleh koki terkenal, tapi karena pesan di atas kuenya dibuat dengan bahasa Indonesia "Selamat Ulang Tahun Jessie". Menurut ku itu sangat so sweet hahaha. Aku masih sulit untuk percaya bahwa waktuku hanya tinggal 3 bulan saja disini. Aku hanya berharap bahwa waktu yang tersisa dapat aku gunakan semaksimal mungkin :D Aku rasa sekian Newsletterku, masih banyak banget yang mau diceritain, tapi aku simpen aja ya sampe kepulanganku nanti di Indonesia.... Makasih kakak-kakak semua atas kerja keras dan doanya buat kami semua disini. Peace, love and gaul~ hahahhahhaa!

22: A Year to Remember | Hi semua! perkenalkan namaku Maharaja Arizona Alhamdulilah sudah 8 bulan lebih Ari dihost di Atlanta, Georgia. Banyak kenangan yang Sudah dialami, dari yang sangat sedih sampAI yang paling bahagia. Pada kesempatan ini Ari Ingin berbagi pengalaman Ari di semester ke-2 di Amerika, just check this out. | MAHARAJA ARIZONA

23: Pada tanggal 23 Januari 2012, Ari berulang tahun yang ke 18. Sebenarnya Ari tidak berharap kalau ulang tahunnya akan dirayakan. Kebetulan hari ulang tahunku hari Senin atau hari sekolah, siap siap bangun pagi-pagi dan ternyata tidak ada orang yang ingat kalau hari ini hari ulang tahunku. Namun saat aku pulang dari sekolah, aku dikejutkan oleh seluruh keluarga dan teman temanku disini yang mengadakan surprise party untukku. kebahagian yang aku terima waktu itu tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hari itu menjadi hari ulang tahun yang terindah yang pernah aku alami, I will never forget that moment in my life. I love my family and my friends so much. | Pengalama kedua, Paging in House of Representative Georgia. Alhamdulilah Ari terpilih menjadi salah satu siswa yang mendapatkan kehormatan volunteering di Capitol Downtown Atlanta. Tugasku adalah sebagai penyalur informasi dan wacana dari chairman ke anggota House of Representative Georgia, kelihatannya sih mudah tetapi menurutku itu agak sulit, kenapa? karena kita harus mengingat nama House of Representatives dan juga tiap-tiap meja yang kita tuju. Kursi anggota House of Representaives Georgia dibagi menjadi 4 grup, grup A,B,C,D, di tiap grup terdapat 25-30 anggota, bayangkan berapa nama dan kursi harus di ingat? Terkadang aku diminta mengantarkan surat ke salah satu dari mereka, sebagian besar surah yang aku antarkan tersampaikan dengan baik dan sebagian aku salah mengantarkan suratnya karena begitu banyaknya kursi yang harus ku ingat. Aku mendapatkan sertifikat dari Pemerintah Georgia atas partisipasiku membantu House of Representative Georgia. Pengalaman ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagiku, aku merasakan tidak ada perbedaan antara golongsn atas seperti House of Representatives dengan diriku yang cuma salah seorang siswa dari negara lain. Aku sangat kagum dengan apresiasi yang mereka berikan kepadaku, mereka memperlakukanku seperti saudara setanah air mereka sendiri. | Pengalaman yang aku dapatkan disini merubah diriku menjadi manusia yang lebih baik. Kenangan yang aku dapatkan disini akan menjadi kenangan abadi dihidupku. Tawa, canda, tangis akan menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan bagiku. Aku teringat dulu pertamakali aku menginjakkan kaki di Amerika, aku tidak mengenal siapapun, aku merasa seperti hidup sendiri di kerumunan orang banyak, aku merasa seperti orang asing yang tersesat di negeri orang. Sekarang setelah 8 bulan mengenal Amerika, aku tidak pernah merasakan perbedaan dengan mereka, aku bahkan menganggap mereka seperti keluargaku sendiri. Satu kalimat yang dapat aku ucapkan untuk mengambarkan perasaanku sekarang “ I come as a stranger and I leave as a friend”. Maharaja Arizona Dunwoody, Georgia.

24: 1 | DEAR INDONESIA, YES! I DO SURVIVE | Rasanya baru kemarin aku menginjakkan kaki di Dulles International Airport,Washington DC untuk menjalankan misi pertukaran pelajar ini. Rasanya baru kemarin aku menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Menomomonie High School untuk meresmikan status sebagai "foreign exchange student" di negara yang jaraknya ribuan mil dari rumah ini. Setelah menetap di Amerika selama kurang lebih 8 bulan, ada banyak sekali pelajaran dan hal hal menarik yang mungkin tidak akan bisa aku dapatkan jika aku tidak pernah berpartisipasi dalam program ini. WINTER ! Selain terkenal dengan keju, Wisconsin juga terkenal dengan cuaca ekstrim tahunan selama musim dingin. Musim dingin secara teori baru akan bermulai pada tanggal 20 desember, tapi karena ini Wisconsin, Musim dingin kami datang 1 bulan lebih awal !:D hore hore hore ! Musim dingin bukan alasan untuk bermalas malasan di rumah , Musim dingin adalah alasan untuk keluar rumah dan melakukan berbagai macam olahraga musim dingin yang hanya tersedia selama ada salju ! :D seperti snowboarding, snowtubing, dan lain lain.

25: by: Melati D. Khalik | Disini aku melakukan beberapa kegiatan yang bersifat suka rela (volunteering). Aku bekerja di River Height Elementary School, yaitu sebuah sekolah setingkat Sekolah Dasar di Menomonie, Wisconsin. Aku bekerja sebagai Tutor untuk membantu siswa siswa yang memiliki kesulitan dalam belajar. Aku membantu 2 orang siswa yang membutuhkan pengawasan dan bimbingan khusus, yaitu Jade dan Andrew :) Jade dan Andrew adalah siswa kelas 5, mereka berdua kesulian dalam bidang tertentu,seperti matematika, dan ejaan,jadi aku mencoba membimbing mereka agar mereka bisa lebih baik dalam bidang ini. :) Aku bangga bisa turut membantu komunitas di sekitar ku selama aku disini. | Di sekolah , aku menjadi bagian dari club Model United Nation. Model United Nation adalah sebuah club yang bertujuan untuk mendidik generasi muda sedari dini tentang tata cara menjadi delegasi bangsa. Di club ini kami diajari tentang proses pengambilan keputusan di Perserikatan Bangsa Bangsa dengan cara terjun langsung dalam sebuah simulasi rapat yang dirancang persis dan formal layaknya rapat sungguhan PBB. What's fun lately ?! Disini aku juga mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan John Vesely ! :D ada yang tau dia nggak ? Itu lhooo.. Vokalisnya secondhand serenade ! Yap ! Dia adalah salah satu penyanyi favorit ku yang ebrasal dari california, amerika serikat ! Aku berkesempatan untuk menonton konsernya dan foto bareng :D YAY ! | Begitulah kehidupanku selama disini :) So far so GREAT ! gak terasa 3 bulan lagi program ini harus berakhir :) Tapi, akhir dari program ini akan menjadi awal garis awal bagiku untuk mencapai mimpi mimpi lain :) dan apapun yang akan terjadi kedepannya, untuk saat ini... I'm really proud to tell : I do survive until now :)

26: Hah? Sudah hampir selesai? tidak terasa program yang aku jalani sudah tinggal 3-2 bulan saja..... Sibuk dengan urusan sekolah, community service dan have fun dengan teman-teman jadi nggak terasa kalau waktu berlalu begitu cepat. Rasanya aneh, aku sudah menjadi bagian di komunitasku sehingga aku sangat menikmati kehidupanku. TAPI rasa kangen dengan keluarga juga besar. Anyway, hidup cuma sekali, program juga cuma sekali. Jadi nggak ada waktu untuk bersedih sedih :D | MERINA ANGGRAENI

27: Tahun ini adalah tahun pertama aku merayakan Natal tanpa keluarga. Ups, maksudnya, di negeri orang tanpa keluarga dari Indonesia. Awalnya sedih, karena dari kecil aku sudah terbiasa dengan natal dan tradisi-tradisinya dengan keluarga di Indonesia. Tapi Hey?! Gimana sih rasanya merayaklan Natal di Amerika? Kalau lihat di film-film kan sepertinya seru ya? Salju, Santa Klaus, Kado, makan besar dan sebagainya. Ya, aku ketemu Santa Klaus. Dua kali malahan. Yang fotonya ada di post ini adalah ketika aku datang merayakan Natal bersama perkumpulan Mason. Salah satu teman aku, Nong, orang tuanya adalah Mason. mereka mengadakan acara makan pagi dan disitu kita bisa foto dan ketemu dengan Santa Klaus :) Di post ini juga ada fotoku bersama Pastor Patti Axel dan suaminya di gereja kami saat kebaktian malam Natal. Jemaat di gereja itu benar-benar sudah seperti keluarga sendiri buat aku. Dan foto lainnya adalah saat Natal dan temanya adalah "Come As You Are", maksudnya kita boleh datang sebagai diri kita sendiri di hari itu, walaupun itu berarti cuma pakai piyama! Walaupun nggak semua datang pakai piyama tapi tetap seru, yang datang pakai piyama berfoto bersama untuk newsletter gereja :) Kado? Yes! Tengah malam sebelum hari Natal host family aku mengadakan acara "scavenger hunt" untuk hadiah Natalku. Dan setelah pencarian selama beberapa waktu, akhirnya ketemu juga, hadiah Natalku!!! Walaupun tidak mahal dan mewah, tapi yang penting arti Natal dan kebersamaan di keluarga kami sangat terasa malam itu. Untuk memeriahkan Natal, gereja kami ikut parade Natal di kota kami. Dan aku (namaku Merry, sering disalah eja jadi Mary) dipilih untuk memainkan peran Mary di parade itu. OMG seumur hidup nggak pernah yang namanya akting didepan orang sekota lagi. Udah gitu kudu diarak keliling kota dsb. Tapi ternyata seru sekali :D sambutan penduduk kota ramah sekali, pada the "Asian Mary" hahaha... Satu hal yang kurang : salju. Ya, GA memang termasuk daerah subtropik. tahun ini kami tidak cukup beruntung untuk mendapatkan salju. Dalam mid-semester orientation dengan CIEE, aku mendapat kesempatan berkunjung ke GA state capitol di Atlanta dan CNN headquarters, juga di Atlanta. Selama 2 hari kami belajar tentang demokrasi dan toleransi antar ras di Atlanta. Kami juga berdialog langsung dengan state representative di Capitol. Kami juga mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kantor gubernur. Namun sayang, bapak gubernurnya sedang off-duty. Sekian newsletter dar Merina. Terimakasih, Indonesia!

28: Estudio Español En Estados Unidos (Muhammad Firdaus) | Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hai, teman. Namaku Muh. Aditya Nuril Firdaus dari Malang, Jawa Timur. Tidak terasa sekarang 9 bulan telah kulalui di Amrik. Tentunya banyak pengalaman yang kudapatkan baik suka maupun duka. Insya'allah disini akan kuceritakan beberapa pengalaman atau kegiatan yang telah kualami di Amerika. Kegiatan yang paling berkesan bagi semua exchange student tentuya adalah belajar di SMA luar negeri, atau dalam bahasa inggris Senior High School (SHS). SHS tentu berbeda dengan SMA di indonesia. Di SHS, siswa belajar dengan sistem moving class, yang maksudnya setelah satu pelajaran/kelas selesai kita pindah ke kelas lain, seperti sistem belajar saat kuliah. Biasanya sebelum pergi ke kelas lain, siswa mampir ke loker dulu untuk mengambil note dan packet book, karena siswa tidak diperbolehkan membawa tas ke kelas. Berbeda sekali dengan sekolah di Indonesia, dimana siswa selalu membawa tasnya ke kelas. Perbedaan yang paling mencolok lainnya, yaitu pakaian yang dipakai oleh siswa. Di SHS, khususnya public high school, siswa diperbolehkan memakai pakaian bebas/ tidak ada seragam, walaupun ada beberapa peraturan tambahan seperti tidak menampakkan bagian tubuh tertentu. Tapi overall, kebebasan pakaian adalah hal yang menurutku paling mengesankan dari sekolah di amerika, dimana siswa tidak perlu bingung mencari-cari seragam dan menyetrikanya. | ¿Por que nosotros necesitamos los amigos? Porque hay no personas perfectas Los amigos ayudan juntos Nosotros jugamos, reímos y lloramos con amigos ¡Luego, nosotros son perfectos!

29: ell, selain itu hal yang paling berkesan dari sekolah di amrik adalah pelajaran-pelajaran baru yang tidak ada di Indonesia yang bisa kuambil di Amrik, seperti bahasa spanyol/ Spanish. Awalnya ketika masuk kelas spanish 1 untuk pertama kali aku grogi, karena belum pernah belajar bahasa spanyol sama sekali. Tapi setelah bertemu dengan Señora Laskowski, guru Spanishku, ternyata Spanish tidaklah sulit. Menurutku belajar Spanish itu, seperti belajar bahasa inggris dengan cara pengucapan bahasa indonesia. Bahkan aku menemukan kata-kata Spanish yang mirip bahkan sama dengan bahasa indonesia, seperti 'zapato' yang artinya sepatu, 'mesa' yang artinya meja, 'gratis' yang artinya ya gratis. Aku juga baru tahu bahwa ada nama-nama temanku yang asalnya dari bahasa spanyol, seperti 'reina' yang artinya ratu, atau 'novia' yang artinya mempelai wanita. Ada juga kata-kata yang membuat aku tertawa, seperti “pasar” yang artinya membelanjakan, atau “cinta” yang artinya selotip, gag nyambung sama sekali, atau mungkin 'cintanya lengket seperti selotip'. | Hal yang utama yang membuatku kerasan di kelas spanish adalah cara mengajar Sra. Laskowski yang lain daripada yang lain. Beliau membuat belajar spanish yang merupakan pelajaran baru bagi semua anak menjadi hal yang menyenangkan. Ketika bel masuk kelas berbunyi, semua siswa harus mengerjakan bellwork dalam waktu 5 menit. Bellwork biasanya review dari pelajaran hari yang lalu atau menemukan kesalahan grammar dalam kalimat di screen. Kemudian agar siswa bisa ingat kata dalam bahasa spanyol, khususnya kata kerja, Sra. Laskowski menggunakan teknik gesture, contoh untuk mengingat kata 'Enseñar' (mengajar) , siswa menggerakan telunjuk tangannya di samping kepalanya, seperti menunjukkan bahwa guru itu insane. Namun hal yang paling mengasyikkan, mungkin akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, adalah Sra. Laskowski selalu memberi project diakhir suatu topik. Project adalah tugas besar yang membutuhkan kreativitas dari murid. Project yang pernah aku kerjakan yaitu membuat kliping tentang kelas-kelas yang kuambil di SHS, membuat kliping tentang keluarga dan denah rumah, membuat daftar menu restoran ketika membahas topik makanan dan minuman, dan yang paling berkesan untukku adalah project membuat suatu game untuk review pelajaran 1 semester. Saat itu aku membuat game kartu Yu-Gi-Oh! Versi bahasa spanyol. Jadi kuharapkan teman-teman bisa belajar sambil bermain, walau kenyataannya banyak teman yang tidak paham cara bermain Yu-Gi-Oh!. | Kesimpulannya, jangan pernah takut mencoba sesuatu yang baru selama hal itu tidak bertentangan dengan syariat dan akal sehat. Karena mungkin hal itu akan menjadi hal yang kamu sukai dan bermanfaat di masa depan.

30: letter from Nabila | Prom! :)

31: Akhirnya spring datang juga! Setelah menjalani musim salju yang dingin dan membeku, akhirnya spring datang jugaaaaaaaa!!!! :) First off, nama ku Nabila dan aku di host di Wausau, Wisconsin. Aku senang sekali musim salju telah berlalu. Kenapa? Karena banyak sekali hal-hal yang bisa dilakukan selama spring, seperti main basketball di luar, loncat-loncat di trampolin, main sepeda, dan lain sebagainya. Sementara musim salju, cuma bisa berdiam diri di bawah selimut. Anyway, aku ingin share pengalaman aku tentang BUBW conference di Florida. Jadi waktu bulan November 2011, ada International Education Week, nah group Nabila mengikuti kompetisi International Education Week dimana kita harus melakukan presentasi selama sebulan penuh sebanyak-banyaknya, setelah itu akan dipilih pemenang-pemenangnya dan hadiahnya itu pergi ke conference di berbagai state kayak Florida, California, Maryland, etc. Nah! Aku selama sebulan itu melakukan 92 presentasi! Dan akhirnya kita menang ke Florida (the awesomest reward you could possibly get! Cause you'll go to Disney World too FOR FREE!!). Singkat cerita, kita terbang ke Orlando, Florida. Nama conference nya itu BUBW singkatan dari Better Understanding for a Better World. Disini kita belajar toleransi satu sama lain, bersama dengan 80 siswa pertukaran pelajar dari 31 negara lainnya. Kita stay di Florida selama 4 hari, dan menurut aku conference ini bener-bener bagaikan wake up call bagiku. Kita belajar bahwa generasi muda adalah satu-satunya generasi yang bisa memperbaiki masa depan. Kita belajar bahwa generasi muda memegang peranan penting dalam masyarakat. Kita belajar bahwa kita bisa merubah dunia jika kita bekerja sama! Selain belajar tentang kepemimpinan, aku pribadi belajar banyak bahasa baru :) seperti Russian, Urdu (from Pakistan), Hindi (ini lucu banget! Cause we ended up singing Koch Koch Hota Hain), Bangladesh, etc. So far, AFS has changed my life for the better :)

32: PELANGI's LETTER

33: Hey! Feel so glad have the second opportunity to write newsletter :D It feels weird to begin the New Year in a strange country, however it has been an incredible year too! At school, theater keeps me busy. From one play to the other play. Which is fun, it just needs a lot of work. Other than that, I am involving in Forensics as well. The season, however, is just about to end. I am doing two categories, which is usually known as “double entry”. I am doing demonstration, which is how to put on and take off Minangkabau traditional dress and four-minutes about Instant Noodles. Lucky me, I make it to state and will be competing on April 21st (wish me luck! ). I think I just experienced homesick last couple weeks. Especially when my friends back home had their graduation party done. It felt like I was missing something. But I know how lucky I am having this beautiful opportunity to explore the world. As what my host father said, “You’re learning things they don’t teach in class.” So if you guys feel homesick someday, just be grateful for what you have, and not what you have not. This program, staying one year in a foreign country, which more likely means staying away from things you love, really does an amazing impact for me. I could thank Bina Antarbudaya for zillions times and I would still feel that’s not enough. Not only had I found who I really am, but also what I can do that I never tried before. Anyways, my host family and I just got back from spring break vacation. We went to Chicago and spent a night in Sax Hotel. During our stay we went to the Blue Man Group show. For me, the Blue Man Group is the best show I’ve been going so far. We had a blast that night and the following night because we went to Navy Pier and had dinner with extended family in Chicago. This Thursday we’re thinking of going to Dells Waterpark. I know it’s going to be fun and I hope we’re going to enjoy our time together!

34: Setiap siswa pertukaran pelajar pasti membawa kultur unik dari negaranya masing – masing. Sama halnya dengan Doni. Di pelajaran desain grafis guru Doni selalu bilang kalau hasil karya Doni selalu mempunyai keunikan sendiri yang membuatnya beda dengan siswa – siwi lain. Sering karya Doni dipajang di pameran intra sekolah, sampai suatu ketika guru Doni menawarkan kesempatan lomba lukis untuk pameran edukasi di Milwaukee. Sejak kecil, Doni memang sudah suka melukis dan sering diikutkan untuk lomba. Doni cukup kaget ditawari kesempatan untuk berkompetisi di Amerika Serikat. Doni terima tawaran tersebut. Walaupun Doni tidak mendapatkan juara, karya Doni masih dipertimbangkan untuk diikutkan di pameran. Semenjak itu Doni selalu ditawari info kontes seni, dan sering pula Doni terima. Doni masih ingat ketika Doni hampir batal ikut Wisconsin Dept. of Transportation (WI DOT) International Aviation Art Contest karena status kewarganegaraan. Walau begitu, pihak panitia tetap menerima kiriman karya Doni. Buat Doni, menang ataupun tidak bukan ajdi masalah. Tingkat lomba tersebut adalah se-negara bagian, yang membuat Doni untuk tidak berharap banyak. Ketika surat dari WI DOT mengirimkan notifikasi lewat surat, Doni Cuma bisa bingung; buat apa mereka mengirimkan surat buat Doni? Ketika Doni baca isi surat tersebut, ternyata Doni mendapatk juara pertama dan karya Doni dimajukan ke tingkat nasional! Esoknya, Doni diberi banyak ucapan selamat dan jabat tangan dari teman – teman di sekolah. Guru kesenian Doni, Mrs. Schmitz, ternyata telah mengumumkan prestasi Doni lewat speaker ke seluruh penjuru sekolah. | DoNI's letter

35: Masih di bulan yang sama, Doni terbang ke Washington D.C., untuk menghadiri Civic Education Workshop. Total, ada 10 siswa – siswi dari Indonesia yang menghadiri konferensi tersebut, yaitu Ajeng, Amanda, Cucut, Erlia, Fai, Lintang, Mega, Santi, Very dan Doni sendiri. Di sana kami belajar secara “firsthand” tentang sistem pemerintahan Amerika Serikat dan Volunteering. Doni sangat bangga dapat bertemu senator dan representatif dari State Wisconsin, suatu kesempatan yang tidak semua orang Amerika bisa rasakan. Ada satu hal yang berubah dari Doni, yaitu kontrol diri. Tinggal hampir setahun di Amerika Serikat membuat Doni sadar akan posisi Doni di depan orang – orang lain di sini. Tidak semua orang bisa menerima kultur dan kebisaaan Doni, dan sebaliknya tidak semua yang dianggap “normal” di Amerika bisa Doni terima. Dan dari perbedaan itu Doni jadi bisa belajar untuk bisa lebih mengerti keadaan dan berusaha untuk selalu adaptif dengan tidak menyalahi kultur yang Doni yakini. | Sejauh ini, Doni selalu merasa bersyukur dengan pengalaman yang didapat dari exchange year ini. Keluarga yang mangasihi, teman – teman yang suportif, dan komunitas yang toleran membuat Doni merasa bersyukur bisa ditempatkan di Chilton, Wisconsin. Doni yakin bahwa suatu hari nanti pengalaman exchange year Doni akan berguna dan bermanfaat bagi Nusa, Bangsa, dan Negara yang Doni cintai, Indonesia. PS: Wisconsin dijuluki sebagai America's Dairyland karena banyaknya dairy farm di sini. Berhubung hostfamily Doni mempunyai bisnis Dairyfarm jadinya Doni beri judul cerita ini "Final Story from America's Dairyland". | Final Letter From America's Dairyland

36: The Other Half of Lives | HALF THE FUN OF TRAVEL IS THE ESTHETIC OF LOSTNESS. | RAY BRADBURY

37: Hectic.thats how i describe my last couple months in here. setelah winter, yang kadang dikenal juga dengan masa hibernasi (because i literally almost did nothing on winter),now,in spring, I almost got things to do everyday. Bulan januari kemarin, Aku mengikuti audisi untuk jazz band di sekolah. I was called for the try out on guitar and the contra bass. Well it was the first time i am playing the contra bass though. But soon after I've played it, Mr. Irish,my band teacher, askef me to change my 5th period to the band class.my first thought about this was, "wow. I cant believe it!". My band would be having a state competition like a month later ,and its huge. We had a really good record on that competition. So, starting on 20th January, I'm officially joining the band. Soon after I joined the band, my friends,josue, asked me to join his rock band with Cody and Jake. They said they need a guitarist and a vocalist. So, I joined that band too. Our first gig would be on prom, about a months after I jojned. We would be having several gigs too on summer,just before I'm going back to home. On the complete different story, Nathan asked me to join the baseball team. it didn't need a long time for me to say "yes!". I love baseball. I always play it on the game,but i never had a chance to play it in Indonesia, considering its not a big thing in there. And at last, it's less than 100 days left before we will be going back home. I start realizing somehow, belakangan ini, kita mulai menghitung hari yang tersisa, bukan menghitung hari keberapa lagi disini. dan jujur, berat rasanya untuk menyadari hal itu. Because after all, we realize that every second that we spent here, is priceless.

38: Susahnya menentukan judul untuk newsletter kedua ini. Newsletter terakhir ini. Make the days count, adalah kewajiban. Count the days, bagaimana pun, tetap saya lakukan. Sebentar lagi, sebentar lagi. Waktu berjalan cepat, tanda bahwa saya menikmati waktu saya di sini. Alhamdulillah, kesempatan ini memang sungguh luar biasa. | Saya tidak pernah merayakan natal, tahun baru, atau valentine. Tahun ini walau saya tidak merayakan, tapi saya merasakan atmosfer yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya menghadiri gereja di hari natal. Gereja host family saya tidak melakukan misa dan semacamnya. Jemaat mendengarkan ceramah pastur, melantukan pujian, kemudian berbincang-bincang. Di rumah, Christmas Eve kami membungkus kado-kado natal yang belum terbungkus. Menuliskan nama cucu-cucu host parents di tiap kado, dan juga "From Santa", dan menata kado-kado tersebut disamping kereta api mainan di bawah pohon natal. Desember tanggal dua puluh lima, seluruh keluarga berkumpul, dan makan bersama di rumah. Tidak perlu hidangan mewah dan pesta, masakan rumah selalu terasa lebih nikmat dan terasa "hangat". Kami berbincang, bercerita, dan membuka kado-kado. Kehangatan natal di sini saya rasakan seperti Idul Fitri yang saya rayakan setiap tahun, di mana keluarga yang jauh "mudik", berkunjung ke rumah keluarga, bersama-sama. Tidak banyak yang saya dan host family lakukan beberapa bulan belakangan ini, karena kami sudah punya kesibukan sendiri-sendiri. Walau begitu kami masih bersama-sama melakukan kegiatan sehari-hari seperti memasak, mencuci baju dan piring, dan membersihkan rumah. Pernah satu hari, Mom agak lembur hari itu, dan saya membantu Dad membuat makan malam. Entah mengapa, saya tidak terlalu konsentrasi. Saya taruh panci plastik berisi sayuran, alih-alih di microwave, saya taruh di atas kompor. Mencium sesuatu, aaah ternyata saya hampir membakar rumah! Alhamdulillah, Mom masih punya panci yang lain dan saya dimaafkan. Lumayan, jadi bahan guyonan selama beberapa hari. FFA melaksanakan banyak kegiatan di semester dua ini. FFA Dinner Auction, adalah kegiatan tahunan yang dilakukan FFA Staunton High School. Malam itu FFA mendapatkan laba bersih $6000. Luar biasa, saya pikir. FFA sendiri merupakan kegiatan favorit saya di sini. Belajar tentang hewan, tanaman, daging, sayuran, manajemen ekonomi, pertukangan, dsb. Dan selalu dikemas secara menyenangkan!

39: FFAjuga sangat menyenangkan. Camouflage day (siswa memakai pakaian dengan motifa daun dan ranting yang biasa digunakan untuk berburu), hat day (dalam aturan sekolah dilarang mengenakan penutup kepala kecuali dengan alasan sakit atau agama, seperti saya mengenakan jilbab), mud day (beberapa orang melumuri mobil mereka dengan lumpur) dan diakhiri dengan makan siang bersama rib grill (karena dari daging babi jadi saya tidak ikut makan) dan Barnyard Zoo. Barnyard Zoo adalah hari favorit kami. Anggota FFA yang memiliki ternak boleh dibawa ke sekolah. hari itu ada beberapa kuda, babi, domba, kelinci, keledai, dan beragam games. Siswa-siswi dari sekolah lain pun datang ke Barnyard zoo ini. Senang rasanya melihat teman-teman dan adik-adik dari TK dan SD bisa bermain. | Saya mendapat tempat ketiga dalam kejuaraan seni lokal, dengan karya saya potret Jordan Rudess, kibordis Dream Theater, dengan media arang. Saya masih tidak menyangka karena ada banyak karya yang menurut saya lebih kreatif dari gambar yang saya buat. Saya masih menyelesaikan beberapa foto dan gambar untuk beberapa kompetisi dan pameran intra sekolah bulan depan.

40: Terimakasih yang terdalam kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia yang telah dilimpahkan kepada kami. Terimakasih kami pada orang tua kami, keluarga, teman, dan bapak ibu guru kami. Tak mampu kami ucapkan melalui kata kata bagi kami untuk mengucapkan rasa syukur dan apresiasi kami untuk Bina Antarbudaya. Kakak-kakak dan seluruh pihak yang terlibat dalam program yang mengubah hidup kami ini. Terimakasih, United States of America, for welcoming us with warmth of love and friendship. Thank you, for opening your door for us to learn about United States and share about out home, Indonesia. Thank you so much, for letting me learn and see the world, our home, that we share together. Akhir kata, semoga newsletter ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak. Sampai jumpa! | Newsletter Staff Editor: Dhia Fani Design: Mixbook.com Dhia Fani Erlia Putri YES & AFS 2012 leader of board: Vio Nandana

Sizes: mini|medium|large|gargantuous
Dhia Fani
  • By: Dhia F.
  • Joined: about 5 years ago
  • Published Mixbooks: 3
No contributors

About This Mixbook

  • Title: Another letter for Indonesia
  • Second newsletter of mid-west Indonesian exchange students yp 2011 - 2012
  • Tags: indonesia youth exchange study afs bina antarbudaya
  • Published: over 4 years ago

Get up to 50% off
Your first order

Get up to 50% off
Your first order